Juli-Oktober 2016, Turis Asing Capai 26 Ribu Berwisata di Sulut

Taman Laut Bunaken masih menjadi tempat favorit kunjungan wisata di Sulut.

MANADO – Dunia pariwisata di Sulawesi Utara terus bergeliat. Kedatangan
turis-turis asing mengunjungi lokasi-lokasi wisata tak pernah berhenti. Data terbaru dalam empat bulan ini, sejak Juli hingga Oktober 2016, total turis asing yang masuk Sulut mencapai 26.075 orang.

“Ini sangat fantastis. Dan merupakan gebrakan Pak Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang sangat peduli terhadap dunia pariwisata,” ujar Kadis Pariwisata Sulut, Joy Heppy Korah di Manado di sela-sela persiapan keberangkatan Presiden Joko Widodo ke Pulau Miangas, Jumat (21/10/2016).

Ia mengatakan data kunjungan wisatawan dunia ke Sulut per 4 Juli hingga 18 Oktober 2016 itu telah dipresentasikan dalam kunjungan Presiden Joko Widodo di Sulut beberapa hari lalu. “Total kunjungan wisatawan asing ke Sulut, hanya dalam 4 bulan ini, sudah mencapai 26.075 orang. Rinciannya menggunakan Silk Air dari Singapore 6.867 orang yakni turis dari Eropa, Australia, Amerika, Afrika dan beberapa negara Asia. Kemudian menggunakan jasa maskapai Lion Air, Citilink dan Sriwijaya dari Tiongkok menembus angka 20.037 orang,” katanya.

Joy mengatakan semua pihak yang berkecimpung di dunia pariwisata tak boleh cepat puas dengan capaian ini, tapi harus terus berbenah karena banyak kekurangan yang masih terlihat. “Ya, misalnya infrastruktur lokasi wisata masih banyak yang perlu dibenahi. Kemudian persoalan akomodasi dan pelayanan di hotel-hotel. Kalau ini mampu diatasi lebih cepat saya yakin akan lebih banyak turis yang datang. Paling penting juga promosi semakin gencar dan keamanan masyarakat sehingga turis bisa betah,” ujarnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulut, Johny Lieke menyambut positif dengan makin banyaknya turis asing berkunjung di Sulut. “Diakui dalam dua tahun terakhir ini, baru empat bulan ini turis asing seakan tak pernah henti berdatangan dan terlihat dimana-mana. Tingkat kunjungan turis asing naik sangat signfiikan. Dan semua pihak harus menjaga kondisi ini. Imbasnya akan memberikan keuntungan bukan saja kepada pemilik hotel dan restoran tapi juga kepada masyarakat itu sendiri,” katanya. (agust)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar