Pdt Steven: Phobia Terhadap Kaum LGBT Tidak Mendasar



Diskusi masalah yang dialami kaum LGBT di Sekretariat AJI Manado, Rabu (3/7/2016). (foto: AJI Manado)
MANADO - Sanubari Sulawesi Utara (Salut) bersama sejumlah komunitas Lesbian Gay Biseksual Transeksual (LGBT) menggelar diskusi di Sekretariat AJI Manado, Rabu (03/08/2016) kemarin. Diskusi kali ini menghadirkan dosen Sekolah Tinggi Teologia (STT) Jakarta, Pdt Steven Soleman.

Diskusi yang dipandu moderator Gembala Cindy Rembet ini diawali dengan pemaparan oleh Pdt Steven terhadap phobia terhadap kaum LGBT. “Ada phobia terhadap LGBT, padahal ini  tidak mendasar. Dan banyak yang tidak paham dengan LGBT,” ujar Steven.

Ia mengatakan, akibat dari phobia itu maka muncul berbagai bentuk diskriminasi terhadap komunitas LGBT. “Peran jurnalis dan media sangat penting dalam mengangkat persoalan ini. Bagaimana melihat diskriminasi yang terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, Jason dari Manado Man Community mengungkapkan, rendahnya tingkat pendidikan kaum LGBT banyak disebabkan karena adanya diskriminasi di sekolah. “Banyak yang dibully di sekolah, sehingga mereka akhirnya putus sekolah. Tak heran ketika tingkat pendidikan menjadi rendah,” ujar Jason.

Terkait peran jurnalis dan media, Sekretaris AJI Manado Fernando Lumowa mengatakan, memang menjadi tugas media untuk memberikan porsi yang berimbang dalam pemberitaan terhadap semua kalangan. “Termasuk hak-hak komunitas LGBT yang didiskriminasikan,” ujarnya.

Coco Jerico dari Salut menyatakan, perjuangan untuk mendapatkan perlakukan yang sama terhadap kaum LGBT terus dilakukan pihaknya. “Ini menjadi perjuangan kami, dan sangat berharap dukungan berbagai kalangan,” ujar Coco.

Diskusi kali ini selain dihadiri komunitas LGBT, juga akademisi, mahasiswa serta kalangan jurnalis.(*/agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. semoga akan banyak Masyarakat yang tercerahkan tentang issue LGBT..

    BalasHapus