Nelayan Filipina Ditangkap di Pantai Manado


Perahu nelayan Filipina sering masuk ke perairan Indonesia. (foto: kompas.com)
MANADO - Delapan nelayan asal Filipina diamankan Polresta Manado, di Kelurahan Sindulang I Lingkungan III, Kecamatan Tuminting, Manado, Sulawesi Utara, karena tak memiliki dokumen dan identitas diri.

Mereka adalah RS (38), JR (30), WE (25), RH (48), JC (34), CO (40), dan JO (50), dan SS (40). Ditangkap bersama seorang nelayan Warga Negara Indonesia (WNI) asal Bitung, berinisial AD (37).

“Mereka ditangkap saat sedang beristirahat di pinggiran pantai Manado usai melaut pada Senin 1 Agustus 2016 lalu. Mereka lalu digiring ke Mapolresta Manado karena tidak bisa menunjukkan dokumen dan identitas diri,” ujar Kapolres Manado, Komisaris Besar Polisi Hisar Siallagan, Rabu (3/7/2016) di Mapolres Manado.

Ia mengatakan, penangkapan itu sendiri berawal dari keluhan nelayan setempat. Mereka mendapati ada sekelompok nelayan asing beroperasi di wilayahnya.

“Dari laporan itu ditindaklanjuti dan berhasil mengamankan sembilan nelayan itu. Satu nelayan asal Indonesia, bertempat tinggal di Bitung dan delapan orang lainnya nelayan Filipina," ujarnya.

Hisar menyebutkan saat ini telah berkoordinasi dengan Lurah Manembo-nembo, Kota Bitung, dan Kepala Lingkungan guna mengecek kebenaran dari pengakuan mereka (nelayan Filipina) tinggal di Bitung. “Ketika kami interogasi mereka mengelak sebagai nelayan Filipina karena telah tinggal dan punya istri di Bitung,” kata Hisar.

AD, salah satu nelayan, mengaku dirinya berasal dari Kelurahan Manembo-nembo Lingkungan III, Kota Bitung. Mereka sering mencari ikan ke perairan Manado karena menghindar angin selatan.

“Sedangkan 8 rekannya memang berasal dari General Santos (Gensan) dan Davao, Filipina. Tapi mereka sudah lama menetap di Bitung dan sudah memiliki istri orang Bitung," katanya.

Nelayan asal Filipina, JR, yang fasih berbahasa Indonesia mengatakan ayahnya berasal dari Sangihe (Indonesia) dan ibunya Filipina. “Saya sudah tinggal di Bitung. Saya mengakui tidak memiliki identitas diri,” ujarnya. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar