Liliyana Natsir, Lulusan SD dan Klub Pertamanya yang Kumuh (Bagian 1)

Benno Natsir, sangat bangga dengan piala-piala yang diraih anaknya Liliyana Natsir. (foto: manadokita)
MANADO – Pencapaian luar biasa diraih pebutangkis ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir. Berpasangan dengan Tontowi Ahmad akhirnya meraih satu-satunya medali emas pada pesta olahraga terakbar dunia, Olimpiada Rio de Janeiro 2016.

Praktis Butet/Owi menjaga tradisi bulutangkis yang selalu menyumbangkan medali emas buat kontingen Indonesia diperhelatan olahraga empat tahunan tersebut. Kesuksesan Butet, sapaan akrab, gadis Manado kelahiran 9 September 1985 ini tidaklah mudah. Seperti dituturkan ayah Butet, Benno Natsir kepada manadokita.com, beberapa waktu lalu di rumahnya Kelurahan Teling Atas, Kecamatan Wanea, Manado, Sulawesi Utara.

Butet ternyata tidak berpendidikan tinggi dan hanya lulus Sekolah Dasar (SD). “Iya, Lilyana hanya lulus SD. Dia sekolah di SD Eben Heazer 2 Manado. Tekadnya kuat untuk menekuni olahraga dibandingkan sekolah atau pendidikan," kata Benno.

Ko Lili, sapaan akrabnya, mengatakan Butet tidak mau melanjutkan studi ke jenjang SMP, SMA hingga perguruan tinggi. “Saya katakan sama Butet kamu sekolah sambil main bulutangkis, tapi dia tidak mau. Dia hanya ingin latihan dan ikut kejuaraan bulutangkis saja," ujarnya.

Usai lulus SD, lanjut lelaki asal Makassar ini, Butet melanjutkan karirnya ke Jakarta. “Waktu main di Manado sempat berlatih di klub PB Pisok milik Spego Goni. Kemudian ke Jakarta masuk klub Bimantara Tangkas dan sekarang PB Djarum Jakarta," ujar Benno lagi.

Dirinya sangat bangga dengan perjuangan Butet yang fokus untuk bulutangkis. “Pacaran saja dia tidak punya waktu. Dia memang fokus untuk mencapai prestasi. Semua kejuaraan di Sulut dia rajai. Tak ada yang bisa mengalahkannya. Porsi latihan pun dia tambah sendiri," ujar suami dari Olly Maramis, ibunda Lilyana Natsir.

Butet lahir di Pakowa Manado, kemudian pindah ke alamat sekarang di Teling Atas. “Jujur, saya sangat bangga dengan prestasi anak saya hingga bisa juara Olimpiade. Dia pantas meraih itu karena ganjaran dia tekun dan disiplin serta fokus pada bulutangkis. Jadi sangat pentas emas dirah bersama Tontowi Ahmad.

Lilyana anak kedua dari pasangan Benno Natsir dan Olly Maramis. Kakaknya Calista memilih sekolah dibandingkan olahraga hingga menjadi dokter. Darah olahraga mengalir pada Lilyana Natsir dari orang tua. Benno hobi basket sedangkan ibunya Olly memang hobi bulutangkis. (agust hari)  
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar