Lawan Kerusakan Lingkungan Lewat Untaian Puisi


Sampah plastik masih mengacam lingkungan sekitar kita. (foto: rumah-plastik.blogspot.com)
MANADO – Banyak cara memerangi kerusakan lingkungan yang dilakukan warga maupun pegiat lingkungan. Tapi ada cara berbeda yang ditunjukkan budayawan Sulawesi Utara berlevel nasional, Iverdixon Tinungki.

Dia melakukan perlawanan terhadap kerusakan lingkungan melalui bait-bait puisi nan indah. Dia ingin menyentuh warga melalui tulisan-tulisan indah sehingga warga tergelitik dan sadar tidak membuang sampah plastik sembarangan. Ipe, sapaan akrabnya, mengingatkan manusia betapa berbahayanya bahan plastik yang sulit terurai dan bisa mengancam bumi di masa depan.

Lewat puisinya, sastrawan berdarah Nusa Utara yang dua antaloginya dianugerahi penghargaan di peringatan hari puisi nasional itu, bertutur dengan indah menggambarkan sampah plastik bisa mengancam kehidupan anak-cucu.

Dirinya berencana puisi-puisinya yang bertema lingkungan akan dibukukan dalam satu antalogi. Berikut kedua puisi sang penyair yang berjudul “Perjalanan Kematian Sebuah Kantong Plastik” dan “Ini Sikat Gigi Siapa”. (agust hari/manadogreen)

PERJALANAN KEMATIAN SEBUAH KANTONG PLASTIK

sebuah kantong plastik yang kita buang di pinggir jalan
suatu ketika akan sampai di laut
mengambang, menipu ikanikan
seakan uburubur, seakan plankton,
seakan ikanikan kecil yang mengkilap
sebuah kantong plastik yang kita buang di pinggir jalan
suatu ketika akan dilahap ikanikan
dan kita melahap ikanikan yang melahap kantong plastik
yang kita buang di pinggir jalan
sejak itu perjalanan kematian sebuah kantong plastik
merambah tubuh kita,
mematikan selsel dan merusak pencernaan
lewat kotoran kita, lewat mayatmayat kita
yang dikonsumsi mahkluk lainnya
perjalanan kematian itu terus berulang
mengedari rantai makanan
dalam lima ratus tahun menuju titik urainya

INI SIKAT GIGI SIAPA

ini sikat gigi siapa
menancapi karang
sebagai sampah
aku mual membayangkan kumal mulutmu
mencemari indah terumbu yang kusajakkan
aku membayangkan gadis cantik
melemparkan sikat gigi tuanya ke selokan
aku membayangkan miliaran sikat gigi
menyisihkan lendir dari enamel dan gusi
menyelusup ke liangliang rumah ikan di bumi
ini sikat gigi siapa
ini bumi siapa
yang tertusuk sikat gigi
tercekik aroma polimer, dioksin,
gas rumah kaca, dengan bayangan
hantuhantu kotor rongga mulut kita
dari zaman Babilonia
orangorang membersihkan giginya dengan stik kunyah
dari tanaman Salvadora Persica
di zaman China kuno mereka menggunakan stik bambu
dengan bulu babi hutan Siberia
di zaman Yunani mereka memakai linen,minyak sulfur
dan larutan garam
tapi zaman kita tergilagila dengan polimer termoplastik
yang sulit terurai
ini sikat gigi siapa
menciderai bumi dengan makna paling sampah
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar