Ikan Langka Ditemukan Polisi Diduga Jenis Hiu

Ikan langka mulai diteliti para peneliti dari Unsrat Manado. (foto: manadokita)
MANADO – Tim peneliti dari Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mulai meneliti jenis spesies ikan aneh yang ditemukan anggota polisi Aiptu Jefry Nggala, di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unsrat Manado.

Tim yang terdiri sembilan orang ahli ikthiologi, taksonomi morfologi, genetik, fisiologi dan bio ekologi kelautan menyampaikan dugaan awal bahwa spesimen yang ditemukan Jefry adalah jenis hiu.

Seperti disampaikan Dr Ir Elvis Bataragoa mengatakan ikan yang ditemukan termasuk golongan hiu. “Pengamatan awal termasuk hiu dari family oxynotide karena memiliki ciri khas seperti mulut yang memiliki bibir dan gigi. Punya sisik seperti duri dan membentuk semacam kerucut. Hiu oxynitride memiliki spesies oxynotus bruniensis, oxynotus javanicus, oxynotus carabian, oxynotus centrina, dan oxynotus paradoxus. Tapi hiu yang ditemukan itu berpeluang spesis baru karena panjangnya sekitar 60 cm dan berat 3 kg,” ujarnya.

Peneliti yang lain, Prof Dr Ir Janny Dirk Kusen menyebutkan biasanya hiu ditemukan di daerah subtropis seperti negara New Zealand dan Australia.

Menurutnya, hiu ini ditemukan di tepi pantai, padahal biasanya hiu hidup di dasar laut. Nah, masih akan diteliti kemungkinan hiu itu hidup di laut dalam atau dangkal. Kalau laut dalam pasti ada gelembung keluar atau pecah perutnya.

“Cuma informasi awal hiu ini hidup di laut sekitar 20-30 meter. Panjang 60 cm, merupakan panjang maksimal hiu jantan, sedangkan betina 70 cm. Yang ditemukan ini spesimen dewasa jenis betina, karena kalau jantan pasti meiliki alat reproduksi seksual bagian luar. Tapi ini tidak. Tim kami akan mengadakan penelitian lebih rinci termasuk genetika. Untuk genetika, hasil penelitian ini sampelnya akan dikirim ke Eropa.  Akan mudah sekali dilihat apakah sama dengan hiu di Australia atau tidak,” ujar Janny.

Hasil ini masih dugaan awal, sedangkan kesimpulan penelitian paling lambat sebulan akan dipublish hasilnya.

Tim peneliti Unsrat masing-masing, Prof Dr Ir Janny Kusen, Prof Ir Farnis B Boneka, Prof Dr Ir Winda Mingkid, Dr Ir Elvis Bataragoa, Dr Ir Billy Wagey, Dr Ir Rose Mantiri, Dr Stenly Wullur, Dr Trina Tallei dan Ir Jan Tamatompo.

Sebelumnya diberitakan, anggota Polisi Sektor (Polsek) Urban Wanea, Manado, Sulawesi Utara, Aiptu Jefry Nggala, menemukan ikan langka dengan bentuk mirip hiu dengan panjang kurang lebih 60 cm itu di Pantai Kalasey, Kabupaten Minahasa, Minggu (7/8/2016).

Sejumlah nelayan di Pantai Kalasey yang ditemuinya mengaku belum pernah melihat ikan sejenis itu sebelumnya. “Setelah menemukan saya mempostingnya di media sosial facebook. Banyak orang yang komentari dan ingin membeli ikan itu tapi saya tidak mau menjual. Saya ingin ikan itu diteliti lebih lanjut oleh akademisi,” ujar Jefry.

Bahkan kata dia, ada orang luar negeri mengirim pesan ingin membeli ikan itu. “Ada peneliti ikan hiu dari Malaysia, Selandia Baru dan beberapa negara lainnya, menawarkan ingin membeli ikan itu harga berapa saja. Tapi saya pikir ikan yang saya temukan ini sebaiknya diserahkan kepada pihak yang berkompoten," katanya. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar