Menikmati ‘Secuil Surga’ di Danau Linow


Indahnya Danau Linow Tomohon. (foto: manadokita)
TOMOHON – Sulawesi Utara harus diakui dikaruniai Tuhan keindahan alam yang luar biasa. Satu diantaranya, wisata Danau Linow di Kota Tomohon.

Danau ini punya keunikan bisa berubah tiga warna. Orang menyebut tempat ini secuil surga yang diturunkan Tuhan ke bumi yang bakal memikat dewa-dewi kahyangan.

Danau vulkanis yang merupakan wisata andalan Kota Tomohon ini bisa berubah warna hijau toska, biru dan coklat susu, yang terjadi akibat tingginya kadar belerang di danau ini.

Juga pancaran sinar matahari. Cuaca yang mendung, akan mengurangi keindahan danau ini. Hanya akan ada satu warna coklat susu. Kalau lagi cerah-cerahnya, dua warna hijau toska dan biru akan memukau mata.

Lokasinya, dari Manado ke Kota Tomohon berjarak 27 kilometer. Dari pusat kota, berjarak sekitar 4 kilometer ke lokasi. Mengarah ke selatan, tepatnya di Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan. Jika berkendara dari Manado, butuh waktu sekitar 75 menit.

Dari Manado, jalan menanjak dan berkelok-kelok akan dijumpai. Dan sesekali pemandangan Manado dan teluknya akan terlihat. Meski berkelok, kondisi jalan dalam keadaan baik.

Yang tak kalah menariknya yakni pemandangan Gunung Lokon yang terlihat begitu jelas. Keberadaan gunung aktif ini juga yang memengaruhi kondisi Danau Linow sebagai danau vulkanis.

Bau menyengat belerang, pertanda Danau Linow sudah dekat. Itu berarti wisatawan telah masuk ke Kelurahan Lahendong. Palang penunjung lokasi, dan gapura akan memudahkan wisatawan menemukan tempat ini. Dari jalan raya, hanya butuh waktu sekitar 10 menit berkendara.

Bagi yang baik angkutan kota, tempat ini juga mudah ditemui. Dari terminal Karombasan Manado, naik jurusan Tomohon. Turun di Terminal Tomohon, pengunjung naik angkot jurusan Sonder atau Kawangkoan.

Setelah di Lahendong, turun tepat di palang atau gapura Danau Linow. Dari situ, bisa cari ojek untuk ke lokasi. Ongkos tiap angkotnya berkisar di Rp 7 - 10 ribu.

Kondisinya hening dan menenangkan, Danau Linow menjadi pilihan tepat untuk melepas kepenatan kehidupan kota. Bandung punya Kawah Putih, Flores punya Kelimutu. Sulawesi Utara tak mau kalah, ada danau Linow yang siap memanjakan pengunjungnya.

Berada di dataran tinggi, hawa Kota Tomohon memang sejuk. Dengan temperatur udara antara 18-20 derajat celsius. Yang tidak tahan, siapkan baju hangat. Karena dinginnya bisa menusuk hingga ke tulang-sum-sum.

Danau ini selalu dibanjiri wisatawan, mulai dari lokal hingga mancanegara. Seperti yang terpantau Sabtu 16 Juli 2016. Danau ini ramai oleh para turis dari Jepang, Australi dan India dan Tiongkok.

Belum lagi wisatawan lokal di luar Sulut lainnya. Hal itu nampak terlihat dari gaya bahasanya. Sementara pengunjung lokal dari Sulut kalah jumlahnya.

Menikmati pesona Danau Linow yang luasnya sekitar 34 hektar ini, di tengah hawa yang sejuk, pasti membuat pengunjung mudah lapar, atau sekadar berhasrat ingin minuman hangat. Jangan khawatir.

Kawasan ini telah dikelola dengan baik. Ada cafe yang dibangun tepat di pinggir danau, yang langsung menghadap danau. Dan yang lebih istimewanya lagi, cafe ini tepat berhadapan dengan warna hijau toska danau.

Cafe ini menjual berbagai jenis makanan yang dipastikan halal. Seperti bubur Manado, pisang goreng, roti bakar, nasi goreng, aneka mie. Serta berbagai jenis minuman seperti kopi hangat.

Anda sebenarnya tak perlu lagi mengeluarkan uang untuk segelas kopi atau teh hangat. Karena itu sudah sekalian dengan biaya karcis masuk sebesar Rp 30 ribu per orang.

Selain dibangun cafe, kawasan ini juga dibangun lintasan trekking di pinggir danau. Dari lintasan ini, pengunjung bisa bersentuhan langsung dengan air danau.

Dan konon katanya, warga tak diperbolehkan untuk mandi. Alasan itu pula yang membuat pengelola tak membangun fasilitas untuk itu.

Keindahan danau ini bisa dinikmati diberbagai sudut danau. Di beberapa titik bahkan terlihat struktur tanah belerang, yang berwarna putih kecoklat-coklatan.

Lokasinya juga bisa dijangkau dengan jalan kaki. Berpose di atas tanah belerang ini juga menjadi pilihan yang baik para pengunjung. Sekitaran danau juga dibuat semenarik mungkin. Rerumputan yang tersusun rapi, serta sekumpulan bunga kuning yang berada dimana-mana. Serta deretan pohon cemara, yang selalu berbisik ketika diterpa angin.

Sebenarnya ada dua tempat yang bisa dikunjungi di sekitar danau. Selain cafe tadi, ada juga pondok di sampingnya. Hanya saja, pondok tersebut tak sebagus cafe itu.

Dibangun lebih klasik, dengan pijakan bambu di atas danau. Dan tak terlalu luas. Tiket masuk pun hanya dibanderol Rp 15 ribu per orang. “Cukup tenang berada di danau ini. Sangat rugi kalau berkunjung ke Sulut tidak mengunjungi Danau Linow,” ujar Vecky, salah satu pengunjung. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar