Media dan Jurnalis Tak Pro Lingkungan, Ini yang Dilakukan AJI Manado

Bencana banjir bandang di Sangihe, Sulawesi Utara, belum lama ini. (foto: VIVA.co.id)
MANADO – Cukup banyak media bermunculan di Sulawesi Utara, nyatanya hanya sedikit yang memberi perhatian pada isu-isu lingkungan. Itu artinya, mayoritas media cetak dan elektronik belum memberi porsi lebih dalam pemberitaan terhadap pelestarian lingkungan, termasuk pemahaman jurnalis yang masih sangat minim.

Hal itu disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado, Yoseph E Ikanubun saat talkshow di Radio Smart FM Manado, Jumat (22/07/2016), menandai bergulirnya kegiatan bertajuk Journalism In Natural Resource Politics yang didukung AJI Indonesia dan Development and Peace (DnP) Kanada.

Yoseph yang ikut didampingi Sekretaris AJI Manado, Fernando Lumowa dan aktivis lingkungan dari Yayasan Nurani Minaesa, Jull Takaliuang, ikut juga menyoroti soal kerusakan lingkungan di Sulut yang terus saja terjadi diberbagai daerah.

“Saya mengapreasi upaya-upaya yang dilakukan AJI Manado yang tetap concern pada isu lingkungan. Salut untuk perjuangan kawan-kawan AJI, dan saya berharap ini diikuti lembaga atau organisasi lain yang memberi perhatian pada kelestarian lingkungan,” kata Jull Takaliuang.

Sulut kata dia, masih dikepung persoalan lingkungan seperti kasus tambang, kelapa sawit, pengrusakan hutan, sampah dan lain-lain. “Bayangkan banyaknya masalah lingkungan lalu kita hanya diam dan tidak berbuat apa-apa. Padahal jika kerusakan lingkungan bisa diatasi, itu untuk anak cucu kita di masa akan datang. Jadi mari kita mencintai lingkungan,” ujar peraih N-Peace Award ini.     

Sekretaris AJI Manado, Fernando Lumowa mengatakan ada berbagai kegiatan yang dilakukan selang Juli hingga Desember nanti, diantaranya FGD Bersama Editor Media, Talkshow Radio, Training dan Beasiswa Jurnalis.

“Kemudian ada juga Jurnalis Trip. Khusus untuk mahasiswa pencinta alam dan pers kampus digelar 'Sekolah Jurnalisme Lingkungan'. Lalu program Advokasi Kebijakan, yakni mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan yang berpihak pada pelestarian lingkungan,” kata redaktur Harian Tribun Manado ini.


Dia menambahkan, program-program itu intinya selain untuk peningkatan kapasitas jurnalis, mahasiswa dan siswa dalam menyikapi persoalan-persoalan lingkungan, juga berharap ruang redaksi (news room) semakin besar memberikan porsinya pada pemberitaan terkait isu lingkungan. (agust hari)  
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar