Bahaya Jika Wilayah Manado Utara Direklamasi


Sejumlah editor media cetak di Sulut saat FGD isu-isu lingkungan digelar AJI Manado, di Tribun Lounge, akhir pekan lalu. (foto: AJI Manado)
MANADO – Jika reklamasi benar-benar dilakukan di Wilayah Manado Utara, akan sangat berbahaya. Sebab, menurut Ketua LSM Manengkel Solidaritas, Rio Puasa, reklamasi Boulevard jilid II itu dari pesisir Pantai Sindulang hingga Tumumpa, akan mempengaruhi kelangsungan ekosistem terumbu karang dan juga tanaman manggrove yang ada di wilayah Bahowo, Kecamatan Bunaken.

LSM Manengkel Solidaritas, organisasi yang bergerak dalam pelestarian lingkungan pesisir ini meminta agar rencana reklamasi di Boulevard II ini perlu dipertimbangkan Pemprov Sulut dan Pemkot Manado.

“Menurut informasi yang kami dapat rencana reklamasi dari Sindulang sampai Tumumpa, akan ada reklamasi sepanjang 500 meter ke arah laut dan itu akan sangat mempengaruhi ekosistem terumbu karang dimana menjadi nilai jual untuk wisatawan ke Taman Nasional Bunaken karena jaraknya sangat dekat,” ujar Rio saat Focus Group Discussion terkait isu-isu lingkungan yang diselenggarakan AJI Manado di Tribun Lounge, Kairagi Manado, Jumat 29 Juli 2016, akhir pekan lalu.

Dia menyebutkan saat ini pemerintah tengah giat melakukan promosi pariwisata agar Sulut lebih dikenal dunia. Hanya saja, jika kelangsungan Taman Nasional Bunaken terancam dengan proyek reklamasi, maka upaya pemerintah itu akan sia-sia. “Jadi sudah saatnya peran media untuk mengadvokasi persoalan lingkungan yang selama ini belum mendapat porsi yang besar dalam pemberitaan dalam media massa di daerah ini,” katanya seraya menambahkan LSM Manengkel Solidaritas saat ini sedang membangun Mangrove Park (taman bakau) di Bahowo, Kecamatan Bunaken dengan tujuan untuk menjaga ekosistem laut pesisir Manado.

Pemimpin Redaksi Tribun Manado, Ribut Raharjo mengatakan jika reklamasi ini berdampak pada kelangsungan lingkungan wisata bahari Bunaken, maka hal itu juga akan mempengaruhi sektor pariwisata. “Kalau menurut Rio hal ini bisa membahayakan Taman Nasional Laut Bunaken, maka tentu hal ini bisa mengancam program Gubernur Olly Dondokambey yang mendatangkan ribuan turis Tiongkok," ujarnya.

Fokus grup diskusi (FGD) dengan tema Peran Media Membangun Partisipasi Publik Menjaga Lingkungan itu dihadiri sejumlah editor media cetak dan elektronik di Sulut. Para editor sependapat bahwa isu lingkungan kedepan harus diberi porsi lebih.

Dalam FGD ini, para editor menyampaikan bagaimana kebijakan redaksi media masing-masing dalam menanggapi isu lingkungan. Terkuak bahwa banyak jurnalis yang kurang paham dalam menulis isu lingkungan.

AJI Manado pun didorong untuk memetakan sejauh mana perilaku jurnalis terhadap  isu lingkungan serta terus mendorong media-media di Sulawesi Utara memberi porsi pada pemberitaan soal lingkungan. “Masukan teman-teman akan kami tindaklanjuti,” ujar Ketua AJI Manado, Yoseph Ikanubun saat menutup rangkaian FGD tersebut. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar