Lima Korban Jiwa, Sulut Ditetapkan Darurat Bencana

Bencana yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Sitaro, (agust/manadokita)
MANADO – Cuaca buruk yang terus terjadi hingga terjadi bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor yang mengakibatkan korban jiwa dan ratusan rumah penduduk rusak. Sulawesi Utara akhirnya ditetapkan sebagai daerah darurat bencana. 

“Ya, Sulut saat dalam kondisi siaga darurat bencana terhitung sejak 22 Juni 2016 kemarin,” ujar Steven Kandouw, Wakil Gubernur Sulut, Kamis (23/6/2016).  

Steven menyatakan pemerintah terus bergerak mengantisipasi segala bencana yang akan terjadi. “Kepada instansi teknis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut untuk mengidentifikasi lebih akurat data bencana dan kerugian yang muncul. Dan diharapkan pernyataan ke media akurat bukan informasi yang simpang siur,” katanya.

Soal bencana di Kabupaten Sangihe, Pemprov Sulut lanjut dia, telah mengirim tim turun langsung ke lokasi melihat kondisi yang terjadi. “Tadi malam menggunakan kapal laut rombongan terdiri dari BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan lain-lain telah menuju Kabupaten Sangihe,” ujar Steven lagi. 

BPBD Sulut telah mendata bencana alam yang terjadi 21 Juni 2016 lalu yakni di Kota Manado terjadi banjir, tanah longsor, abrasi dan pohon tumbang menelan 1 korban jiwa. Kemudian Kota Tomohon terjadi tanah longsor di Desa Tinoor dan beberapa titik lainnya.

Kabupaten Minahasa Selatan terjadi bencana gelombang pasang yang mengakibatkan puluhan perahu hancur dan hanyut di Amurang Timur. Kabupaten Kepulauan Sitaro terjadi bencana banjir dan tanah longsor mengakibatkan putusnya jembatan Kiawang di Kecamatan Siau Barat Utara. Kemudian jembatan Batu Awang, Kecamatan Siau Timur tertutup  material dan lahar dingin Gunung Karangetang.

Kabupaten Kepulauan Sangihe, banjir bandang dan tanah longsor yang mengakibatkan 3 orang meninggal dan 1 orang dalam pencaharian. “Saya berharap BPBD masing-masing kabupaten/kota lebih sigap dan terus memantau kondisi di lapangan sehingga tidak ada lagi korban jiwa,” kata Steven.

Kepala BPBD Sulut, Noldy Liow menambahkan informasi dari BMKG bahwa wilayah Sulut terjadi fenomena badai La Nina. Yakni awan jenis comulonimbus nimbostratus dan stratus yang dapat menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang dan lebat disertai petir secara merata dan cukup lama masih berada di atas wilayah Sulut. “Prospek cuaca selama 3 hari kedepan masih akan terjadi hujan. Untuk itu masyarakat harus tetap waspada jika terjadi hal yang tidak diinginkan,” ujarnya. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar