Warga Manado Donasikan Uang Untuk WNI yang Disandera Abu Sayyaf

Kapal Tugboat Brahma 12 yang disandera Abu Sayyaf. FOTO: istimewa
MANADO - Program Telkomsel untuk mendonasi perjuangan Pembalap Formula Satu Rio Haryanto tidak mendapat dukungan warga Kota Manado, Sulawesi Utara. Mereka menilai mendonasikan pulsa Rp 5000 kepada yang bersangkutan adalah tindakan yang belum tepat. “Rasanya aneh kok mau bantu dia yang hanya berdasar pada hobi. Justru yang perlu dibantu dan dikhawatirkan adalah tiga warga Sulut yang disandera teroris Abu Sayaf di Filipina Selatan. Saya siap donasikan uang untuk korban yang disandera sehingga mereka bisa dibebaskan," kata Vendi Lera, warga Kelurahan Singkil, Kota Manado, Kamis (21/4/ 2016).

Dia menyebutkan pemerintah harus berupaya untuk menyelamatkan tahanan tersebut ketimbang memikirkan pembalap yang belum terlalu butuh pertolongan. Apalagi sampai saat ini belum ada kabar pasti apakah korban masih hidup. “Kalau saya diberikan kesempatan untuk menyelamatkan tawanan itu, jangankan Rp 5000 yang diminta. Saya kasih Rp 500 ribu asalkan dibebaskan," katanya.

Senada disampaikan Eva Aruperes, warga Kelurahan Wenang Selatan, Kota Manado. Menurutnya, pemerintah harus memperhatikan keselamatan WNI, sebab untuk membantu Rio kapan saja bisa. “Mau berapa banyak lagi yang ditahan, kalau saya lebih mengutamakan hak tersebut. Kemudian bantuan donasi Rp 5000 bagi saya itu tidak terlalu penting," ujarnya.

 Eva juga siap jika diberikan kesempatan untuk menyumbangkan atau berdonasi bagi pembebasan tahanan Abu Sayyaf. Sebab bagi dia keselamatan WNI lebih penting dari pada hobi yang bisa dilakukan kapan saja. “Saya berharap warga Sulut turut berempati dengan kondisi ini. Kalau mau nyumbang untuk balapan saya menyesal, tapi untuk membebaskan mereka saya berikan dengan tulus hati," tuturnya.

Diketahui sudah hampir sebulan 10 ABK kapal Tugboat Brahma 12 disandera kelompok militan Abu Sayyaf, dan 3 diantaranya adalah warga Sulut yakni kapten Peter Tonsen Barahama, Julian Philip dan Alvian Elvis Repi. Belum selesai dibebaskan, satu kapal tugboat yang memuat batubara kembali ditangkap di Filipina. 1 orang tertembak dan 4 orang disandera. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar: