Indonesia Salah Satu Pasar Utama Narkoba di Asia

Menkopolhukam RI, Luhut Panjaitan saat menghadiri Musrembang Pemprov Sulut. FOTO: istimewa
MANADO - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan RI, Luhut Binsar Panjaitan mengakui saat ini Indonesia tidak hanya menjadi negara transit untuk peredaran narkoba internasional, tapi juga telah menjadi salah satu pasar utama di Asia. Luhut mengatakan, berdasarkan data dari BNN jumlah penyalahgunaan narkoba tahun 2015 sebanyak 5,9 juta.

“Jumlah ini meningkat signifikan dibanding 3,8 juta pada tahun 2011 lalu. Dari jumlah tersebut kurang lebih 33 orang meninggal dunia setiap hari,” kata Luhut di Manado, Rabu (20/4/2016). Karena itu, kata dia, pemerintah harus mengambil langkah dan upaya melakukan rehabilitasi untuk pemakai narkoba. “Kita juga harus memisahkan perlakuan untuk pengedar dan korban (pemakai narkoba). Oleh karena itu rehabilitasi secara medis dan sosial wajib untuk pemakai dan pecandu narkoba yang bukan pengedar yang disinergikan dengan program deradikalisasi terorisme,” ujarnya.

Luhut menegaskan hukuman berat untuk pengedar narkoba mutlak dilakukan pemerintah Indonesia sekarang ini. Sebab, lanjutnya, 75 persen narapidana narkoba masih mengontrol bisnis narkoba ini dari dalam penjara. “Pemerintah juga akan membangun penjara terisolasi khusus bagi pengedar narkoba. Demikian juga penjara bagi teroris serta hukuman mati bagi pengedar narkoba,” kata mantan Kepala Staf Kepresidenan RI ini, sembari menyebutkan, data peningkatan kasus narkoba dari tahun 2014 ke 2015 sebesar 13 persen (peningkatan tertinggi sejak lima tahun terakhir). “Seperti narkotika tahun 2014 yakni 22.750 kasus, tahun 2015 (27.950 kasus).

Kemudian psikotropika tahun 2014 sebanyak 835 kasus dan tahun 2015 sebanyak 895 kasus,” bebernya. Sementara penguna sabu meningkat sebesar 350 persen dan ekstasi sebesar 280 persen di tahun 2015 lalu. Dia juga menyebutkan, data prevalensi HIV secara nasional tertinggi berada di Papua 2,4 persen diikuti Papua Barat 1,2 persen sedangkan Sulut sebesar 0,33 persen atau dibawah rata-rata nasional 0,4 persen.

Terkait pemberantasan narkoba dan HIV AIDS, Luhut berpesan, perlu dilakukan sosialisasi yang lebih intensif terhadap jenis-jenis narkoba dan bahaya yang ditimbulkan pada semua kalangan terutama anak-anak kita yang masih duduk dibangku sekolah. “Perlunya pemberdayaan masyarakat yang hidup pada wilayah yang rawan narkoba. Pemberdayaan masyarakat tersebut antara lain berupa pelatihan kerja sehingga mereka terhindar dari pergaulan penyalahgunaan narkoba akibat dorongan ekonomi,” katanya. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar