Departemen Filantropi GMAHK Konfrens Manado dan Malut Tunjang Misi Pelayanan

Foto dari kiri Pdt Gerald M Manurip, Pdt Daud Pangaribuan dan Sekretaris GMHAK Manado-Malut Pdt Ritus Keni. FOTO: manadokita.com
MANADO – Departemen Filantropi, sebagai departemen yang baru di Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) Konfrens Manado dan Maluku Utara, makin menunjukkan kiprahnya dalam menunjang pelayanan.

 Pdt Ritus Keni, Sekretaris GMAHK Konfrens Manado dan Malut mengatakan departemen ini dibentuk dalam rangka mensupport kegiatan diluar badget yang disusun. “Departemen ini mencari dana untuk misi pelayanan. Kalau program lain ada anggarannya, tapi untuk misi penginjilan tidak ada anggaran sehingga untuk memudahkan pelayanan dibantu Departemen Filantropi. Dan sejauh ini terus menunjukkan kiprahnya,” ujar Pdt Keni, Senin (1/2/2016).

 Pdt Daud Pangiribuan dari Departemen Filantropi menjelaskan ada tiga misi atau program utama yang dilakukan yakni membantu kesejahteraan pendeta. “Kemudian kami mengetuk pintu hati dermawan membantu misi penginjilan dengan tambahan dana Rp 100 juta pertahun. Caranya, para dermawan memberikan Rp 100 perbulan. Dan program terakhir melengkapi sarana kantor dan peralatan ibadah,” kata Pangiribuan.

 Puji Tuhan kata dia, untuk program kesejahteraan pendeta dan sarana kantor sudah mulai terealisasi. “Dan program dana tambahan misi penginjilan sedang berproses. Kami yakin program-program tersebut akan berjalan lancar karena filosofi kami untuk Tuhan selalu yang terbaik,” imbuhnya.

 Pdt Gerald N Manurip, Direktur Misi GMAHK Konfrens Manado dan Malut sangat merespon upaya yang dilakukan Departemen Filantropi. “Program itu sejalan dengan misi kita untuk masuki 50 ladang baru. Kami merespon karena mendapat dukungan penuh gereja advent sedunia. Gereja advent adalah gereja yang menglobal,” tuturnya.

 Ditambahkan, misi penginjilan yang dilakukan merupakan perintah dan amanat agung, yakni pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridku. “Kemudian GMAHK tidak boleh eksklusif tapi harus membuka diri di tengah masyarakat yang majemuk baik agama dan budaya. Intinya, kita mengabarkan keselamatan sehingga gereja benar-benar bermakna di tengah masyarakat apalagi untuk kaum yang termarjinalkan,” kunci Manurip. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar