3 Imigran Afganistan Kuliah di Unsrat Manado

Kepala Rudenim Manado, Hasrullah. FOTO: manadokita.com
MANADO – Keberadaan imigran asal Afganistan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Manado terlihat semakin nyaman. Bahkan tiga diantaranya melanjutkan kuliah di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat Manado). “Mereka tersebar di Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik,” ujar seorang petugas piket Rudenim Manado.

 Tak hanya kuliah ada juga diantara mereka yang duduk di bangku TK hingga SMA sambil menunggu kartu refugee dari negara pemberi suaka. Fasilitas tersebut menampung total 221 imigran, 215 laki-laki dan sisanya 5 orang perempuan. “Ada keluarga pengungsi yang sudah 2 tahun dititip di sini, bahkan ada yang anaknya sekolah di TK 1 anak, SMP 1 anak, SMA 2 anak dan mahasiswa perguruan tinggi di Unsrat 3 orang,” ujar Kepala Rudenim Manado Hasrullah saat ditemui Selasa (9/2) lalu.

 Selain itu, para migran juga dibekali pendidikan non-formal seperti kursus bahasa Indonesia, Inggris dan bermain gitar. Dari data Rudenim tercatat mayoritas pengungsi berasal dari Afganistan sebanyak 143 laki-laki dan 5 perempuan. Selanjutnya negara tetangga Filipina sebanyak 60 orang. Juga ada pengungsi dari negara-negara di Afrika seperti Sudan 2 orang, Somalia 5 dan Etiopia 4 orang. Yang lain berasal dari Myanmar 2 orang, Pakistan 4 orang, Bangladesh 2 orang serta Iran, Irak dan Eritrea masing-masing1 pengungsi.

 Hasrullah melanjutkan pembiayaan para pengungsi disantuni International Organization of Migration (IOM). Lembaga tersebutlah yang menanggulangi makan-minum, pakaian hingga biaya pendidikan para pengungsi. Karena dibiayai, rata-rata pengungsi menurutnya lumayan betah tinggal di Rudenim. Pengungsi menunggu pengajuan refugee card dari negara-negara pemberi suaka. Proses tersebut memakan waktu relatif lama, bahkan ada yang hingga 2 tahun.

“Mereka adalah korban kondisi politik dan peperangan di negaranya dan harus menunggu proses refugee card dari negara ketiga yang memberi suaka, prosesnya memang tidak singkat,” terangnya. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar