Warga Takut Bahaya Lumpur Panas PGE Lahendong

Lumpur panas di lokasi pengeboran panas bumi PT PGE Lahendong masih terus terjadi. FOTO: agust hari/manadokita.com
TOMOHON - Lumpur panas di lokasi pengeboran panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Lahendong, di Kelurahan Tondangow, Kecamatan Tomohon Selatan, Sulawesi Utara, membuat ketakutan warga sekitar.

Betapa tidak, hingga Jumat (8/1/2016), semburan lumpur masih terus terjadi. “Meski pihak perusahaan menjamin lumpur itu tidak beracun, namun kami tetap saja kuatir. Apalagi areal pertanian rusak akibat semburan lumpur itu,” ujar Ronny Sepang, warga setempat.

Pantauan manadokita.com di lokasi semburan lumpur, pihak PT PGE secara ketat menghalangi setiap warga, termasuk wartawan yang hendak masuk dan mendekat ke wilayah itu. Tak hanya itu, police line juga dibentangkan untuk menghambat akses warga. Padahal perkebunan warga juga terletak di wilayah tersebut. “Semburan lumpur ini terjadi sejak pertengahan Desember 2015. Dan pada 3 Januari 2015 lalu, kami para warga dilarang masuk ke areal lumpur itu,” kata Weddy Pongoh, warga lainnya.

Sementara itu dari lima lokasi semburan lumpur panas tersebut, tiga diantaranya masih mengeluarkan letupan-letupan lumpur yang menghantam pepohonan dan lahan di sekitarnya. “Warga tidak bisa bikin apa-apa. Karena itu kami ingin pemerintah segera bertindak cepat. Yang hanya bisa kami lakukan saat ini hanya menunggu dalam kecemasan,” ujarnya.

 Kepala Humas PT PGE Lahendong, Dimas Wibisono saat dikonfirmasi mengakui, semburan lumbur dari beberapa titik di lokasi pengeboran panas bumi masih terjadi. “Untuk itu kami memang menutup akses ke lokasi semburan. Jangan sampai warga terkena dampak,” ujar Dimas.

 Meski demikian, Dimas tetap memberikan jaminan bahwa lumpur itu tidak beracun dan tidak ada korelasi langsung antara pekerjaan pengeboran yang dilakukan pihaknya dengan semburan lumpur di lokasi itu. “Kami sudah memeriksa kondisi pipa baja, bahkan hingga kedalaman 1600 meter.

Hasilnya memang tidak ada kebocoran pipa,” ujar Dimas. Ditanya soal pengkajian lebih lanjut akibat semburan itu, dia mengatakan, pihak Pemprov Sulut akan mendatangkan tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk melakukan penelitian. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar