Sehari 1-2 Kasus Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak di Sulut

Ilustrasi kekerasan anak.
MANADO, MANADOKITA.COM – Mencegangkan. Ternyata Sulut termasuk daerah darurat kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Datanya yang dibeberkan Swara Parampuang tahun 2014 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak mencapai 459 kasus. “Itu artinya rata-rata ada 38 kasus per bulan atau 1-2 kasus per hari,” ujar Ketua Swara Parampuang, Lily Djenaan, Kamis (26/11/2015).

Dia menyebutkan hingga November 2015 dari kasus pendampingan Swara Parampuang dan pantauan media ternyata 73% kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terjadi pada kekerasan seksual. “88% pelaku adalah orang terdekat korban seperti ayah, kakek, paman, saudara, suami, pacar tetangga, teman dan guru. 7% kasus pembunuhan dilatarbelakangi kekerasan seksual. Dan fantastisnya, 76% korban berada pada rentang usia antara 3,5 tahun-18 tahun,” katanya.

Akibat kekerasan tersebut, sambung Soni dari Yayasan PEKA, membuat penderitaan yang panjang bagi para korban, baik secara fisik, psikologis, ekonomi dan sosial. “Mayoritas korbannya juga terus menerus mengalami berbagai bentuk stigma, diskriminasi dan terulangnya kekerasan dan pelanggaran HAM lainnya. Para korban dikucilkan, dikeluarkan dari sekolah, dinikahkan dengan pelakunya, beresiko mengalami penyakit menular seksual atau beresiko mengalami kematian saat melahirkan, mengalami KDRT dan perdagangan orang,” terangnya.

Keduanya sepakat bahwa hal paling urgent yang diharus dilakukan yakni mendesak DPR dan pemerintah untuk menjadikan rancanangan undang-undang tentang penghapusan kekerasan seksual menjadi kebijakan yang prioritas pada 2016 nanti. “Kami mendesak DPRD Sulut dan pemprov untuk memasukan perda tentang perlindungan bagi perempuan korban kekerasan dalam prolegda 2016,” tukas Djenaan dan Soni.

 Dan dalam agenda 16 hari kampanye anti kekerasan dan anak, Swara Parampuang dan jaringannya, Jumat (27/11) hari ini akan bagi-bagi bunga di kawasan Boulevard. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar