Ini 10 Proyek Berpotensi Masalah di Manado Versi ICW

Tama S Langkun dari ICW saat menympaikan materi investigasi kasus-kasus korupsi kepada jurnalis dari AJI Manado, Rabu (25/11/2015) kemarin. FOTO: istimewa
MANADO, MANADOKITA.COM - Lewat situs opentender.net, Indonesian Corruption Watch atau ICW meminta masyarakat ikut memantau pelaksanaan proses lelang proyek se-Nusantara. Website itu berisi beragam info menyangkut tender yang sudah diberi poin kerawanan masalah, termasuk di Manado lewat e-procurement.

Situs opentender.net merupakan hasil kerjasama antara ICW dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP). Dalam media briefing dengan sejumlah pewarta anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Manado di Hotel Prince Boulevard Rabu (25/11) siang,

Koordinator Kampanye Publik dan Advokasi ICW, Tama S Langkun didampingi Kes Tuturoong, ikut memperlihatkan 10 besar proyek bermasalah di Manado dari sampel tahun 2013. “Kriteria resiko sehingga berpotensi masalah dalam proses tender dimaksud dalam kajian kami adalah nilai kontrak, penghematan, partisipasi peserta tender dan tingkat kompetisi, jumlah kontrak yang dimenangkan hingga waktu pengerjaan terutama proyek konstruksi,” ujar Tama yang berdarah Kakas, Minahasa ini.

Proyek dimaksud adalah, peningkatan jalan hotmix Kelurahan Malalayang 2, pemeliharaan jalan Sea-batas kota, pengadaan lampu penerangan jalan, peningkatan jalan hotmix Malalayang 1, peningkatan jalan hotmix Paal 4, peningkatan jalan hotmix Jalan Edi Gagola, pemeliharaan Jalan Sam Ratulangi, peningkatan jalan hotmix Kelurahan Buha Mapanget, peningkatan jalan hotmix Malalayang, serta peningkatan jalan hotmix Kelurahan Mapanget Barat.

Kesepuluh proyek fisik tersebut mendapat skor kerawanan relatif tinggi pada skala antara 1-20. Untuk diketahui pula, dari paket-paket tersebut adalah proyek pengadaan penerangan lampu jalan atau solar cell dari Dinas Tata Kota dengan pagu Rp26,517 miliar adalah pemilik nilai terbesar dibanding paket lainnya.

Tama menjelaskan, metode analisis yang dikembangkang ICW itu dimaksud memantau kinerja pengadaan publik oleh pemerintah. Juga lanjutnya sebagai sistem kewaspadaan mengidentifikasi indikasi penyelewengan. “Metodenya dikembangkan dari riset tentang pola korupsi sejak 2004 dan korupsi pengadaan sejak 2008, sedangkan instrumen dikembangkan pada tahun 2012 dan diluncurkan pada awal 2013 hingga saat ini,” cetusnya. Untuk mengetahui lebih jelas menyangkut informasi pengadaan di Kota Manado, Provinsi Sulut dan kabupaten/kota lainnya, bisa di-klik di link http://www.opentender.net/content/top-10. (ady putong)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar