ICW Bagi Ilmu Investigasi Korupsi

Para jurnalis di Manado serius mengikuti pelatihan investigasi korupsi dengan pemateri TamaS Langkun dari ICW. FOTO: ist
MANADO, MANADOKITA.COM – Belasan wartawan dari media cetak, elektronik dan siber (online) mengikuti ‘Workshop Investigasi Korupsi’ di Hotel Prince Boulevard Manado, Rabu (25/11) kemarin. Pelatihan ini digagas Indonesia Corruption Watch (ICW), Yayasan Swara Nurani Minaesa dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Manado.

Tama S Langkun, Koordinator Divisi Kampanye dan Advokasi ICW menjadi pemateri tunggal dalam pelatihan ini. Ia banyak membahas fungsi situs Opentender.net yang diluncurkan ICW awal tahun lalu. Mengelola situs ini, ICW bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Publik (LKPP). Opentender.net berisi data semua proyek pengadaan barang dan jasa (PBJ), infrastuktur maupun proyek pemerintah lainnya secara elektronik. “Semua proyek pemerintah melalui Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) bisa dipantau lewat situs ini,” kata Tama.

 Masyarakat, termasuk jurnalis bisa memanfaatkan situs ini untuk memantau proyek PBJ dan infrastruktur pemerintah. Situs ini memuat terinci mulai dari waktu lelang, pemenang, nilai pagu. Lebih dari itu, Opentender.net bisa menjadi acuan publik ada tidaknya potensi korupsi di dalamnya. “Ada banyak indikator sebuah proyek itu diduga terindikasi korupsi. Dari sisi waktu, penawar dalam lelang, siapa pemenang, nilai pagu dan HPS (harga perkiraan sendiri). ICW sudah memberikan skor, potensi dugaan korupsi dengan skala tertinggi 20,” jelasnya.

 Selain soal Opentender.net, Tama berbagi tips dan trik investigasi dugaan korupsi dan sebagian dari kerja ICW mengungkap korupsi PBJ dan infrastruktur. “Investigasi membutuhkan ketelitian, kehati-hatian dan makan waktu,” jelasnya. Jull Takaliuang,

Direktur Yayasan Suara Nurani Minaesa (YSNM)—penggagas workshop—menyatakan, diharapkan pelatihan ini bisa memberi manfaat kepada jurnalis di bidang investigasi dugaan korupsi. “Media punya fungsi sebagai alat kontrol. Kami berharap, pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan ini bisa memberi nilai tambah dalam menjalankan tugas jurnalistik. Paling tidak bisa mendorong terciptanya pemerintahan bersih,” tukas Jull.

Ketua AJI Manado, Yoseph E Ikanubun berterima kasih kepada ICW dan Yayasan Suara Nurani Minaesa yang memberi kesempatan kepada jurnalis yang juga anggota AJI Manado mengikuti pelatihan Investigasi Korupsi. Meskipun terbatas dari sisi waktu, Ikanubun yakin pelatihan tersebut memberi manfaat. “Ini sejalan dengan program AJI yang terus mendorong profesionalisme jurnalis. Setelah pelatihan ini, kami yakin teman-teman jurnalis mendapatkan pengetahuan yang bisa diterapkan dalam tugas jurnalistiknya,” jelas Ikanubun. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar