Sistim Demokrasi Pancasila Harga Mati


Para pembicara pada seminar MPR RI bertema Penguatan Sistim Demokrasi Pancasila, akhir pekan lalu di Manado. FOTO: manadokita.com
MANADO, MANADOKITA.COM – Anggota MPR RI sekaligus DPR RI utusan Sulut, Ir Stefanus BAN Liow tampil sebagai pembicara utama pada seminar yang digelar MPR RI bertema: Penguatan Sistim Demokrasi Pancasila, Sabtu (17/10/2015) lalu, di Media Center P/KB GMIM. Selain Stefanus Liow, hadir tiga pembicara yakni Maxi Egeten (dosen FISIP Unsrat), Ronny Maramis (Fakultas Hukum) dan Ferry Daud Liando (FISIP Unsrat) yang dimoderatori Jackried Kanselir Maluengseng.

Liow yang sehari-hari Ketua P/KB GMIM ini menyampaikan sejauh ini sistim demokrasi Indonesia masih tetap Pancasila, meski dalam prosesnya begitu banyak tantangan yang dihadapi bangsa dan negara ini. “Persoalan pembakaran geraja atau tempat-tempat ibadah salah satu ujian sistim demokrasi Pancasila. Sehingga tidak ada sistim lain yang mampu menjembatani kehidupan masyarakat yang majemuk. Mungkin ke depan sistim demokrasi Pancasila ini terus diperkuat termasuk kita semua yang menjalankannya,” ujar Liow. 

Sedangkan Maxi Egeten banyak menyinggung soal banyaknya tantangan yang dihadapi Indonesia dengan sistim demokrasi Pancasila. “Di sana-sini orang protes. Kisruh dan gugatan terus bermunculan untuk menggantikan sistim ini. Apakah memang sistim demokrasi Pancasila belum mengayomi masyarakat, ini perlu dicermati,” katanya.

Ferry Daud Liando menyampaikan sistim berpengaruh pada kemajuan sebuah bangsa. “Sistim tidak bisa lepas dari jatidiri bangsa. Persoalan teroris, separatis, narkoba dan lain-lain, itu dipengaruhi sistim sebuah bangsa. Dan sistim demokrasi Pancasila bukan salah dan tidak boleh meniru sistim diluar negeri seperti liberal (bebas), karena paling penting adalah political will pemerintah yang benar-benar berpihak kepada sistim Pancisila,” ungkapnya.

Pembicara terakhir, Ronny Maramis menyentil persoalan penegakan supremasi hukum yang sangat lemah. Padahal Pancasila adalah harga mati bangsa. Karena persoalan yang terjadi maka implementasi di lapangan tentang sistim ini akhirnya mandek. Sehingga kami berharap Pak Stefa yang sudah diutus menjadi anggota DPD RI mampu memberi warna lain di Senayan,” pungkasnya. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar