Listrik Padam Setiap Hari, Gubernur Panggil GM PLN Suluttengo

Warga Manado dan sekitarnya sepekan terakhir ini 'menikmati' pemadaman listrik yang tak menentu. Foto ilustrasi pemadaman listrik. FOTO: wiyainews.com
MANADO, MANADOKITA.COM – Berbagai hujatan disampaikan warga Manado dan sekitarnya menyusul pemandaman listrik yang tak menentu dilakukan PLN Suluttenggo. Bahkan dalam sehari listrik padam 6-12 jam. “Gila, kami sudah tak bisa beraktivitas lagi kalau kondisi seperti ini terus menerus terjadi,” kata Ferry, warga Singkil, Manado.

Pejabat Gubernur Sulut, Soni Sumarsono langsung memanggil General Manager PLN Sulutenggo Baringin Nababan untuk memberikan laporan terkait kelistrikan yang ada di Sulut- Gorontalo, Selasa (06/10/2015) di Ruang Kerja Gubernur, guna mencari solusi dan langkah-langkah yang dilakukan untuk jangka pendek terutama pada 2-3 bulan ke depan. Kondisi terkini yang melanda dihampir seluruh wilayah Sulut, dikarenakan sistem Sulawesi Utara & Gorontalo (SULUTGO) yang meliputi 3 sub sistem: Minahasa, Kotamobagu dan Gorontalo, sedang mengalami kekurangan pasokan dari sisi pembangkit sebesar 83,8 Mega Watt (MW).

 Salah satunya dikarenakan adanya gangguan yang terjadi pada PLTU Amurang unit 1 dan 2 dan juga debit air yang berkurang akibat cuaca kemarau. Sehingga mesin PLTA tidak bisa berfungsi maksimal, sehingga saat ini mesin PLTA hanya bisa membantu saat beban puncak malam hari. Sumarsono mendukung solusi PLN menambah kapasitas kelistrikan di Sulut dan Gorontalo, direncanakan akan masuk dari PLTG di Marissa 50 MW pada Desember 2015 dan 50 MW pada Maret 2016.

“Tambahan pasokan listrik juga akan masuk di Amurang PLTG sebesar 120 MW pada Januari 2016, hingga Juli 2017 akan ada penambahan sebesar 360 MW. Harapan kami di bulan Oktober ini juga hujan sudah mulai turun sehingga PLTA bisa beroperasi maksimal sehingga ada tambahan pasokan listrik 25 MW,” ujarnya.

 Senin (05/10/2015) PLTU Amurang Unit 1 sudah bisa beroperasi kembali dan memasok daya sebesar 15 MW dan Unit 2 direncanakan akan bisa beroperasi dengan normal kembali pada Kamis (08/10/2015) akan menambah daya paokan listrik sebesar 18 MW sehingga ada tambahan 33 MW untuk mengurangi defist. Akibat gangguan ini dan untuk menjaga kestabilan beban pada sistem kelistrikan SULUTGO, maka dilakukan manajemen load system atau pengurangan daya, yaitu berupa pemadaman yang telah diatur melalui unit AP2B Minahasa secara proporsional pada ketiga sub sistem: Minahasa, Kotamobagu dan Gorontalo. Beban puncak sistem kelistrikan SULUTGO saat ini mencapai 325 MW.

 “Kami mohon maaf kepada masyarakat. Kami juga menghimbau dan mengajak peran serta aktif dari masyarakat pelanggan PLN untuk mau mengatur penggunaan listrik secara lebih efisien, yaitu dengan mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan untuk membantu mengurangi beban listrik yang ada. Bagi pelanggan besar yang memilki genset antara lain hotel dan pusat bisnis dan perbelanjaan dihimbau untuk mengoperasikan mesin gensetnya saat beban puncak pada pukul 17.00-22.00 WITA agar masyarakat/rumah tangga dapat tercukupi dan terlayani,” kata Barigin Nababan. Sumarsono juga meminta jaminan penuh kepada Managemen PLN Suluttengo, agar dalam menghadapi perayaan Hari Besar Keagamaan pada bulan Desember saat perayaan Natal dan Tahun Baru tidak ada lagi pemadaman listrik. (*/agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar