Apa Kabar Kasus Dosen Unsrat Pengungah Foto Yaki Mati?

Kampanye selamatkan monyet hitam Sulawesi atau macaca nigra. FOTO: www.selamatkanyaki.com
MANADO, MANADOKITA.COM - DS alias Devy, dosen Unsrat Manado, 19 Desember 2014 lalu menggungah foto dua ekor monyet hitam Sulawesi Macaca nigra atau Yaki yang telah mati di facebook, telah ditetapkan tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Sulut. Sayang kasus tersebut hingga kini masih tersendat-sendat penanganannya.

 Devy yang diketahui adalah seorang doktor di Jurusan Hukum Internasional Unsrat ini melanggar Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi dan Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. “Pasal 21 ayat 2 pada Undang-undang tersebut menyatakan larangan bagi setiap orang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan denda Rp 100 juta, sebagaimana diatur dalam pasal 40," ujar AKBP Arya Perdana, Kasubdit Tipidter Polda Sulut, akhir pekan lalu seperti dilansir tribunmanado.co.id.

 Dikatakannya, Polda Sulut telah beberapa kali memanggil tersangka. Namun hingga kini tersangka selalu mangkir dari panggilan, dengan berbagai alasan yang diberikan. Sementara pihaknya juga sudah menyita barang bukti berupa dua senapa angin yang digunakan tersangka untuk memburu Yaki yang dilindungi tersebut. “Kami sudah beberapa kali melakukan pemanggilan, tapi selalu ada alasan. Rapatlah, inilah itulah. Dia tetap tersangka, kami akan terus memproses kasus ini. Kami juga sudah menahan barang bukti dua senjata jenis senjata angin," ujar AKBP Arya yang juga adalah Komandan Tim Barracuda.

 Ketika dilakukan pemeriksaan awal, kata AKBP Arya, sempat terjadi pro dan kontra tentang kategori hewan yang dilindungi. Sehingga Polda Sulut dalam menangani kasus seperti ini terus berkoordinasi dengan keterangan ahli dalam hal ini BKSDA Sulut. “Sempat terjadi perdebatan. Kadang pelakunya mengelak kalau ternyata itu hewan dilindungi. Makanya Polda harus menggandeng ahli, dalam hal ini BKSDA untuk berkoodinasi," ucapnya.

 Sejauh ini, kasus DS adalah kasus pertama yang ditangai oleh Polda Sulut terkait pelanggaran satwa yang dilindungi. Meski begitu, Polda mengecam keras tindakan tersebut dan akan menindak tegas pelaku-pelakunya. "Baru ini kasus pertama yang kita tangani. Kita mengecam pembunuhan satwa liar yang dilindungi," pungkasnya. Kasus ini heboh pada akhir tahun 2014 lalu. Dalam akun Facebook DS, ia terlihat menggunggah dua Yaki yang dalam keadaan mati, yang diangkat dengan kedua tangannya. Di foto itu, DS juga menyertakan tiga senapan angin dan dua ekor Kuskus Sulawesi. Dari foto tersebut, DS memberi keterangan "hasil berburu kemarin. Para kembaranku Natalan bersama". Foto itu mengundang reaksi keras pada netizen waktu itu. Dari komen-komen yang ada, terjadi perdebatan antara DS dan netizen.(agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar