Sri Lestari, Gadis Difabel dalam 'Perjalanan untuk Perubahan Sulawesi'

Sri Lestari di atas motor modifikasinya sendiri. 
MANADO, MANADOKITA.COM – Meski lumpuh tak membuat Sri Lestari (39) putus asa. Warga Klaten ini menjalani hidup dengan penuh semangat. Kehidupan Sri menjadi inspirasi bagi semua orang. Sri melakukan sesuatu yang mustahil, bahkan bagi orang normal yakni mengendarai sepeda motor dari Manado ke Makassar.

 Wanita berkerudung ini memiliki tujuan mulia dibalik iven itu yakni membangkitkan semangat para penderita difabel untuk menjalani hidup yang penuh semangat. Iven bertajuk "Perjalanan Untuk Perubahan Mengispirasi Sulawesi" itu dibuka dengan seremoni di kantor DPD Sulut, Senin (21/9/2015). Ikut hadir Wakil Walikota Manado Harley Mangindaan, perwakilan dari UCP roda untuk kemanusiaan indonesia serta Inspirasia Foundation yang menjadi sponsor utama iven itu. Hadir juga sejumlah bikers se-kota Manado.

Sri memang jadi bintang dalam seremoni itu. Semua yang hadir berdecak kagum saat Sri sendirian menaiki sepeda motor modifikasi miliknya. Sepeda motor Sri memang unik. Ada cantelan mirip gerobak besi di motor itu. Di sanalah Sri pegang kemudi. Sri naik ke gerobak itu dengan cara berpegangan di ujung gerobak, lalu menarik rodanya kuat-kuat.

 Sri menceritakan kisah hidupnya yang penuh inspirasi diawali sebuah petaka. Tahun 1997 ia mengalami kecelakaan, mengakibatkan kelumpuhan. “Saya lumpuh dari bagian ulu hati ke bawah, dicubit di bagian itu terasa tak sakit," kata dia. Sepuluh tahun lamanya, dia mengalami masa kegelapan. Hidupnya lebih banyak dihabiskan di tempat tidur.

 Hal yang paling ia benci terpaksa dilakukannya demi bertahan hidup yakni bergantung kemurahan orang lain. Sri berulangkali merasa depresi. "Saya merasa hidup tak berguna," kata dia. Hidup Sri berubah saat menerima kursi roda adaptif dari yayasan UCP. Dengan roda itu, ia tak lagi hanya berdiam di rumah. Ia bisa kemana saja, melakukan apa saja. Sri kemudian coba bekerja di UCP.

Ternyata, ia bisa bekerja seperti orang normal. “Saya merasa bahagia, di atas kursi roda ini saya merasa menjadi manusia baru," kata dia. Sebuah panggilan muncul dalam jiwanya. Ia ingin penderita difabel lainnya merasakan hal yang sama seperti dirasakannya. (agust)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar