Hutan Lindung dan Cakar Alam ikut Terbakar

Gunung Lokon di Kota Tomohon, Sulut terbakar pekan lalu. FOTO: manadokita.com
MANADO, MANADOKITA.COM - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kini masuk zona bahaya api. Mengapa tidak, kebakaran mulai marak terjadi di beberapa kabupaten/kota. Mau bukti? Sekira 1.500 hektar (ha) lahan hutan dan perkebunan, telah menjadi sasaran amukan si jago merah.

Kadis Kehutanan Sulut, Herry Rotinsulu, mengatakan sebagian besar karena unsur kesengajaan sebagai pemicu kebakaran. “Warga memang sengaja melakukan pembakaran, karena akan membuka lahan kebun baru. Dan kebakaran ini tersebar di beberapa daerah di Sulut,” tukas Rotinsulu, Jumat (25/09/2015).

Adapun lahan yang terbakar tersebut, tuturnya, meliputi perkebunan dan hutan. Untuk hutan tersebar di beberapa lokasi, yakni di Kota Bitung (hutan cagar alam Tangkoko, Kabupaten Kepulauan Talaud (hutan margasatwa Karakelang Selatan), Kota Manado (hutan gunung Tumpa), Kabupaten Minahasa (Hutan Produksi Terbatas (HPT) Tatawiran Desa Warembungan), Kota Tomohon (hutan cagar alam gunung Lokon) dan Kabupaten Minahasa Selatan (hutan lindung gunung Soputan).

Ditambahkan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, Noldy Liow, rentang Januari-September, tahun 2015 ini, jumlah hotspot (titik panas indikasi kebakaran lahan) mencapai 120 titik. Luasnya bervariasi antara lima hektar hingga ratusan hektar.

Penjabat Gubernur, Soni Sumarsono meminta kepada seluruh kabupaten/kota segera melakukan langkah dengan membentuk satgas pengendalian kebakaran hutan dan lahan, di desa/kelurahan dengan melibatkan unsur pemeritahan, dinas terkait, TNI, Polri, ormas dan relawan serta instansi terkait lainnya. “Juga, giat melakukan penyuluhan di lapangan perihal pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Secara intensif melakukan patroli di daerah rawan kebakaran terutama di kawasan wisata dan areal aktifitas masyarakat,” ucapnya.

 Demikian pula, jika terjadi kebakaran, tingkat koodinasi digalakkan baik tingkat provinsi maupun pusat sesuai mekanisme. “Bagi perusahaan pemegang konsesi pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan, harus bertanggung jawab terhadap kebakaran hutan di wilayah kerja dan wajib mempersiapkan sarana prasarana pengendalian yakni menara pemantau, peralatan pemadaman api, tim pemadam,” tandasnya. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar