AJI Manado jadi Media Center Lingkungan

Pegiat lingkungan sedang nonton bareng Film 'Kala Benoa' karya Tim Ekspedisi Indonesia Biru di Sekretariat AJI Manado, Selasa (29/09/2015). FOTO: AJI Manado
MANADO, MANADOKITA.COM - Berkumpulnya para pegiat lingkungan dan saling berdiskusi di Sekretariat AJI Manado, Selasa (29/09/2015) kemarin, menandai secara resmi 'rumah ungu', sebutan markas AJI sebagai Media Center Lingkungan. "Jika selama ini kawan-kawan aktivis lingkungan kesulitan untuk memberitakan persoalan lingkungan yang diadvokasi, sekarang AJI Manado telah membuat media center. Silakan kawan-kawan datang di sini. 50-an anggota AJI Manado yang mayoritas tersebar dihampir semua media lokal dan nasional akan mengawal persoalan-persoalan lingkungan yang terjadi di Sulut," kata Ketua AJI Manado, Yoseph E Ikanubun.

Maria Taramen dari Tunas Hijau mengeluhkan selama ini media jarang mengangkat persoalan tambang di Pulau Bangka. "Kalau pun ada, saat warga berdemo dan diminta harus ada konflik sehingga beritanya bisa naik. Apakah seperti itu perilaku jurnalis? Saya banyak kali menemui kondisi itu ketika mengadvokasi warga Pulau Bangka," ujarnya.

Ia juga menyebutkan ada media memutarbalikan fakta yang terjadi di Pulau Bangka. "Saya tahu mereka mendapat banyak uang dari berita tersebut, Tapi dimana nurani media dan jurnalis melihat masyarakat tertindas. Media lahir untuk kami yang timpang dan butuh keadilan. Salut untuk kawan-kawan jurnalis AJI. Karena hanya mereka yang mampu menjaga idealisme," terang Maria penuh semangat.

Sonny Tasidjawa dari WCS Sulut sangat merespon AJI Manado menjadi Media Center Lingkungan. "Jujur saja selama ini kami terkendala jika ada isu lingkungan yang kami perjuangan. Media selalu menilai dengan uang, berapa besar uang yang diberikan akan berpengaruh pada space pemberitaan," katanya.

LSM yang hadir diantaranya Tunas Hijau, WCS, Manengkel Solidaritas, AMAN Sulut, F/21. Kemudian ada juga pers kampus Politeknik Manado, Inovasi Unsrat, Mapala MIPA Unima, PMKRI Tondano, PMKRI Manado, IJTI Sulut, LBH Manado, LBH Pers Manado dan lain-lain.

Diketahui peluncuran Media Center Lingkungan ini berkaitan dengan program 'Journalism in Natural Resources Politics', kerjasama AJI dan DnP Kanada. Dalam program itu diantaranya pemberian fellowship (beasiswa) bagi 15 wartawan di Sulut yang akan didahului dengan workshop/training pada 2-4 Oktober. Kemudian ada juga FGD, Diskusi Publik, Media Monitoring, FGD Editor dan kegiatan lainnya. Temu LSM itu juga diawali dengan pemutaran film dokumenter 'Kala Benoa' karya Tim Ekspedisi Indonesia Biru. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar