AJI Manado Dukung KY Wujudkan Peradilan Bersih

AJI Manado ikut berkomitmen bersama tokoh agama, tokoh masyarakat mendukung peradilan bersih dalam perayaan satu dasawarsa Komisi Yudisial. FOTO: manadokita.com 
MANADO, MANADOKITA.COM - Perjuangan Komisi Yudisial (KY) untuk mewujudkan peradilan bersih tak pernah berakhir. Hadir sejak 10 tahun lalu sebagai lembaga resmi yang diakui negara, KY terus berkomitmen untuk melahirkan peradilan bersih, beretika dan profesional. Tokoh agama, tokoh masyarakat dan pers ikut serta memberikan komitmen dan perannya.

Komitmen bersama ini muncul dalam perayaan 'Satu Dasawarsa Lahirnya KY' di Fakultas Hukum Unsrat, Jumat (18/9). Sejumlah toga dan tokmas yang hadir diantaranya Riano Baggy (Matakin Sulut), Donald Rumokoy (akademi Unsrat), Abdulrahman Konoras (NU Sulut), Nasrudin Yusuf (Muhamadiyah Sulut), Gbl James Rumagit (KGPM), Victor Mailangkay (tokoh masyarakat), dan Agust Hari (AJI Manado) mewakili unsur pers. Dekan Fakultas Hukum Unsrat, Telly Sumbu mengawali sambutan menyebutkan peran semua pihak termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan pers niscaya akan mampu mewujudkan peradilan yang bersih. "Kita semua menginginkan hukum itu ditegakkan. Dan instrumen yang terlibat harus dikawal bersama," katanya.

Nasrudin Yusuf dari Muhamadiyah Sulut mengatakan komitmen dan dukungan ini semata-mata menginginkan peradilan di Indonesia semakin baik. "Tidak ada agama di Indonesia yang mengajarkan kongkalikong antara polisi, jaksa, pengacara dan hakim dalam sebuah proses peradilan. Benar dikatakan benar, salah dikatakan salah. Kuncinya bukan hanya pada hakim tapi semua pihak harus memiliki integritas, beretika dan profesional," tegasnya.

Senada disampaikan Gbl James Rumagit. Menurutnya, jika kita mendambakan peradilan bersih hanya satu kata kunci, yakni bertobat. "Pihak-pihak yang terlibat pada sebuah peradilan punya gaya hidup hedonisme, makanya muncul orang yang berperkara diminta duit dan lain-lain. Perbuatan seperti ini harus ditinggalkan," imbuhnya. Vicktor Mailangkay mewakili masyarakat mengatakan peradilan itu ibarat perjalanan air di sungai yang dicemari limbah, sehingga yang keluar di muara sudah tidak bersih lagi. "Benar tadi, pihak-pihak yang terlibat dalam peradilan hidupnya terlalu hedonis," kata mantan personil DPRD Sulut ini.

Agust Hari (AJI Manado) menegaskan bahwa salah satu elemen penting untuk mendorong terwujudnya peradilan bersih adalah peran pers. "Sayang fungsi dan peran pers sering disalahgunakan. "Karena tak bisa dipungkiri, ada oknum-oknum wartawan yang terlibat mafia peradilan. Wartawan abal-abal jadi striker oknum polisi, jaksa, pengacara dan hakim untuk memeras pelaku atau korban dalam sebuah proses hukum. Itu disebabkan karena banyak jurnalis tidak paham kode etik dan UU Pers," terangnya.

Welly Mataliwutan dan Mercy Umboh, Penghubung KY Sulut menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat guna suksesnya kegiatan tersebut. (agust hari)
Share on Google Plus

About agust hari

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar